Kurma Aman? BPOM Ungkap 6 Fakta Soal Sirup Glukosa!

BRUNOTHEBANDIT.COM – Kurma Aman? BPOM Ungkap 6 Fakta Soal Sirup Glukosa! Kurma sudah lama dikenal sebagai buah yang menyehatkan, terutama saat bulan Ramadan. Namun belakangan muncul kekhawatiran soal keamanan kurma yang diolah dengan tambahan sirup glukosa. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya membuka fakta penting terkait penggunaan bahan ini. Pemahaman yang tepat soal kandungan kurma dan sirup glukosa sangat penting agar konsumen tidak salah kaprah dan tetap bisa menikmati kurma dengan aman.

Dampak Sirup Glukosa pada Kurma

Sirup glukosa sering digunakan untuk meningkatkan rasa manis dan menjaga tekstur Kurma Aman tetap lembut. Sayangnya, tidak semua kurma yang dijual bebas bebas dari bahan tambahan ini. Konsumen yang tidak teliti bisa tanpa sadar mengonsumsi kadar gula berlebih. Menurut BPOM, kandungan glukosa yang terlalu tinggi dapat memengaruhi kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes atau orang yang sedang mengontrol asupan gula.

Namun, ini bukan berarti semua Kurma Aman bermasalah. Kurma alami tanpa tambahan apapun tetap aman dikonsumsi. Pemeriksaan laboratorium BPOM menunjukkan bahwa sebagian besar kurma yang dijual di pasaran telah melewati uji kandungan gula tambahan. Konsumen disarankan untuk selalu memeriksa label dan memperhatikan informasi bahan sebelum membeli.

Memilih Kurma yang Aman

Memilih kurma sebaiknya tidak hanya berdasarkan rasa atau harga. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

  1. Periksa Label Bahan – Pastikan kurma tidak dicampur dengan sirup glukosa atau pemanis lain yang berlebihan.

  2. Perhatikan Bentuk dan Tekstur – Kurma yang terlalu mengkilap bisa jadi tanda adanya lapisan gula tambahan. Kurma alami cenderung memiliki warna dan tekstur yang lebih alami, sedikit kasar, dan tidak terlalu lengket.

  3. Asal Produk – Kurma impor sering kali memiliki standar kualitas yang ketat. Produk lokal pun bisa aman asalkan memiliki sertifikasi dari BPOM.

  4. Porsi Konsumsi – Meski Kurma Aman alami lebih sehat, tetap penting mengontrol jumlahnya karena gula alami dalam kurma juga tinggi.

Sirup Glukosa: Fakta yang Perlu Diketahui

Kurma Aman? BPOM Ungkap 6 Fakta Soal Sirup Glukosa!

BPOM menegaskan bahwa sirup glukosa bukan bahan berbahaya jika digunakan sesuai takaran. Masalah muncul ketika kadar glukosa terlalu tinggi atau tidak tercantum pada label produk. Beberapa fakta penting yang perlu dicatat:

  • Asal Bahan: Sirup glukosa biasanya diperoleh dari pati, baik jagung maupun singkong.

  • Pengaruh Kesehatan: Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko lonjakan gula darah, terutama bagi orang dengan kondisi metabolisme tertentu.

  • Keamanan Produk: Produk yang terdaftar resmi di BPOM sudah melewati uji keamanan dan kandungan gula.

Baca Juga:  Kuliah di Australia, Khirani Dapat Pesan Khusus dari Mayangsari!

Dengan memahami fakta ini, konsumen bisa lebih bijak dalam memilih Kurma Aman tanpa perlu takut berlebihan terhadap bahan tambahan.

Tips Menikmati Kurma Tanpa Risiko

Agar tetap bisa menikmati kurma secara aman dan sehat, beberapa langkah sederhana bisa diterapkan:

  1. Pilih Kurma Kering atau Segar – Kurma kering cenderung lebih alami dan memiliki kandungan gula yang stabil dibandingkan kurma yang dilapisi sirup.

  2. Baca Informasi Nutrisi – Label yang lengkap akan membantu menilai kadar gula dan bahan tambahan lain.

  3. Campur dengan Makanan Lain – Mengonsumsi Kurma Aman bersama makanan lain dapat membantu tubuh memproses gula lebih lambat, mengurangi lonjakan gula darah.

  4. Hindari Konsumsi Berlebihan – Satu atau dua kurma sudah cukup sebagai camilan manis, terutama bagi orang yang mengontrol gula darah.

Langkah-langkah ini sederhana tapi efektif untuk tetap menikmati manisnya Kurma Aman tanpa risiko kesehatan.

Kurma Lokal vs Kurma Impor

Kurma lokal kini semakin populer di pasaran Indonesia. Masing-masing memiliki kelebihan dan tantangan:

  • Kurma Lokal: Biasanya lebih segar dan tersedia dalam jumlah terbatas. Namun, beberapa produk lokal terkadang diberi sirup glukosa agar teksturnya lebih menarik.

  • Kurma Impor: Proses pengolahan lebih standar dan ada sertifikasi BPOM atau standar internasional. Meski begitu, tetap perlu mengecek label bahan tambahan.

Pemilihan kurma yang tepat tidak harus mahal. Yang penting adalah memastikan bahan yang digunakan aman dan sesuai regulasi.

Kesimpulan

Kurma tetap menjadi pilihan camilan sehat selama konsumen cermat dalam memilih. BPOM menegaskan bahwa sirup glukosa tidak membahayakan jika digunakan sesuai takaran, tetapi kurma yang dilapisi glukosa berlebih bisa meningkatkan kadar gula darah. Mengutamakan kurma alami, memperhatikan label, dan mengontrol porsi konsumsi adalah langkah paling efektif untuk menikmati kurma tanpa risiko kesehatan. Kesadaran ini tidak hanya melindungi diri sendiri tapi juga mendorong produsen agar lebih transparan dalam penggunaan bahan tambahan.